Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

  perjuangan melawan kekuasaan adalah perjuangan ingatan melawan lupa

 rubrik
  home
garis
  artikel
garis
  biografi
garis
  historiografi
garis
  gallery
garis
  historia
garis
  link
garis
  about us
garis
  kontak
garis
  buku tamu
 
 
 
ABOUT US

TENTANG MESIASS


Masyarakat Indonesia Sadar Sejarah atau disingkat Mesiass adalah lembaga nirlaba yang berbadan hukum dan bergerak di bidang pengembangan ilmu sejarah dan penanaman kesadaran sejarah masyarakat. Mesiass bersifat akademis dan nonpartisan.

Mesiass didirikan di Semarang pada 9 September 1998 oleh beberapa Orang Muda yang gelisah terhadap perkembangan ilmu sejarah dan tingkat kesadaran sejarah di masyarakat.

Sekretariat Mesiass:
Sementara sedang mencari kantor baru
Untuk segala keperluan silakan menghubungi Budi (+62 815 8316 037)
Atau Email: mesiass2001@yahoo.com, Website: www.mesias.8k.com


TUJUAN MESIASS

1. Menjalin komunikasi yang efektif dan harmonis antarlembaga keilmuan, serta mengembangkan segenap potensi keilmuan dalam disiplin ilmu sejarah di Indonesia. Dalam beberapa hal pengembangan ilmu sejarah nyaris jalan di tempat, baik secara metodologis maupun praktis. Secara praktis misalnya, membantu dan memecahkan kesulitan data dalam merekonstruksi ulang sejarah Indonesia, terutama Orde Baru, dan juga mengembangkan sejarah lokal.

2. Meningkatkan pemahaman dan kesadaran sejarah di masyarakat. Ini perlu dilakukan karena pengalaman masa lalu acap menimbulkan dendam dan apriori yang berlebihan. Sweeping buku-buku kiri, ketakutan terhadap bangkitnya Partai Komunis Indonesia, dan sebagainya menunjukkan bukti bahwa masyarakat belum meletakkan sejarah pada tempatnya.


PENGURUS

Kepengurusan Mesiass diisi oleh orang muda, baik lulusan perguruan tinggi maupun mahasiswa. Keanggotaannya terbuka bagi semua pihak yang berkompeten, giat, dan mau bekerja sama dalam upaya mengembangkan ilmu sejarah dan kesadaran masyarakat terhadap sejarah, sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Mesiass. Mereka adalah:

Budi Setiyono, Direktur Mesiass. Alumnus sejarah Undip angkatan 92 ini ialah pendiri yayasan Mesiass. Pernah bekerja di Harian Suara Merdeka, Semarang. Pada tahun 2002, dinobatkan sebagai salah satu wartawan muda berbakat versi ISAI. Kini bekerja untuk majalah Pantau, Jakarta dan menjadi editor beberapa buku.

Bonnie Triyana, (Bonnie), dilahirkan di Rangkasbitung, Banten, 27 Juni 1979. Alumnus Jurusan Sejarah Universitas Diponegoro tahun 2003 ini bergabung dengan Mesiass sebagai Wakil Direktur. Pernah bekerja sebagai wartawan cyber news di Suara Merdeka, editor beberapa buku dan pembicara dalam seminar yang diselenggarakan baik ditingkat lokal maupun nasional.

Johan Susilo, SS. (Aan),lahir di Kebumen 27 Januari 1975. Saat ini ia sedang memperdalam pengetahuannya dalam bidang lingkungan perkotaan di Program Magister Lingkungan Perkotaan Universitas Katolik Soegijopranoto, Semarang. Bergabung di Mesiass sebagai Koordinator Program.

Andri Irawan, (Conte), lahir di Kebumen, 14 Agustus 1981. Hingga kini masih tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Sejarah Undip angkatan ’99. Bertanggung jawab sebagai Koordinator Program Penerbitan serta pengelola website Mesiass. Sangat tertarik dan mempunyai perhatian yang besar terhadap kajian sejarah sosial ekonomi Indonesia.

Bramantyo A. S., (Bhre) , mahasiswa Jurusan Sejarah Undip angkatan ’98 lahir di Brebes 25 Januari 1979. Selain bertanggung jawab sebagai Koordinator Sekretariat Mesiass, ia juga masih aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan di kampus.

Tedjonoto, (Keling) , mahasiswa jurusan sejarah Undip angkatan ’98. Bergabung dengan Mesiass pada tahun 2001 dan menjadi Staf Kesekretariatan di Mesiass. Pria kelahiran Semarang tahun 1979 ini pernah tercatat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Sejarah Undip periode 1999-2000..

Radjimo Sastro Wijono, S.S., (Momo),lahir di Semarang 24 Juni 1974. Alumnus Jurusan Sejarah Undip, bertanggung jawab sebagai Koordinator Program Kajian dan Penelitian Mesiass. Selain menulis beberapa buku, ia juga menjadi pembicara dalam beberapa seminar yang diselenggarakan ditingkat lokal maupun nasional.

M. Farohul Mukti, (Uung) , pria kelahiran Tangerang 24 September 1980 bergabung di Mesiass sebagai Staf Program Kajian dan Penelitian. Mahasiswa Jurusan Sejarah Undip angkatan ’99 ini mempunyai perhatian yang besar terhadap perkembangan sejarah militer di Indonesia..

Bustanul Arifin, (Ainul),lahir di Brebes 8 Maret 1971 pernah kuliah di Jurusan Sejarah Undip, menjabat sebagai Koordinator Program Pusat Data Sejarah di Mesiass. Selama menjadi mahasiswa ia aktif dalam berbagai kegiatan kampus.


Mesiass juga memiliki tim ahli yang berkompeten di bidangnya, yakni:

Dr Asvi Warman Adam, Sejarawan dan Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Doktor sejarah dari Ecole des Hautes Etudes Science en Sociale (EHESS) Paris, Perancis. Ia menulis desertasi tentang hubungan dagang Hindia Belanda dengan Indocina di bawah bimbingan mahaguru sejarah Prof Dr Denys Lombard.

Jaap Erkelens, Direktur Koninklijk Voor Taal,- Land- en Volkenkunde (KITLV) perwakilan Jakarta. Dilahirkan di Sumba, Nusa Tenggara Timur. Hampir seluruh hidupnya dilewati di Indonesia. Lulus sarjana sejarah dari Universitas Leiden, Belanda.

Drs Indriyanto, S.H, M.Hum, Sejarawan dari Universitas Diponegoro Semarang. Saat ini melanjutkan jenjang doktoralnya di Vrije Universiteit, Amsterdam, Belanda. Dan sekarang sedang menyelesaikan desertasinya tentang pelabuhan dan perubahan sosial di Surabaya. Lulus sarjana sejarah dari Undip, Sarjana Hukum Universitas 17 Agustus Semarang dan meraih master dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Joost Cote, sejarawan dari Deakin University, Australia


PROGRAM MESIASS

Dalam kegiatanya Mesiass akan memfokuskan diri pada empat program, yaitu Program Diskusi dan Kajian, Program Penelitian, Program Penerbitan, dan rintisan Pusat Dokumentasi Sejarah. Di tahap awal Mesiass akan konsentrasi pada wilayah Jawa Tengah, karena orientasi pengembangan sejarah lokal dan keterbatasan dana.

Di bawah ini adalah uraian program beserta arah strategisnya:

1. Program Diskusi dan Kajian

Tujuan program ini adalah membuka wacana masyarakat dan pendidik terhadap perkembangan ilmu sejarah dan terhadap suatu peristiwa, serta mendorong peningkatan kesadaran sejarah masyarakat. Peningkatan kesadaran ini dimulai dari skala wacana, yang kemudian dikembangkan dalam bentuk konkret. Diharapkan masyarakat menjadi lebih terbuka dan arif menyikapi masa lalu, dan berperan aktif dalam menggali peristiwa-peristiwa masa lalu. Program ini dijalankan secara rutin dengan menghadirkan narasumber, peneliti, pelaku sejarah, maupun masyarakat yang berkompeten dan mau membagi pengalamannya. Bisa dengan diskusi, seminar, bedah buku, pemutaran film sejarah, maupun pelatihan dan pengenalan ilmu sejarah, khususnya bagi guru-guru sejarah yang mengalami kesulitan dalam mengajar mata pelajaran sejarah.

Arah strategis yang akan ditempuh Mesiass adalah:

1. Membangun koalisi antara peneliti, pelaku sejarah, dan masyarakat untuk menjembatani kebuntuan perkembangan ilmu sejarah dan kekosongan sumber-sumber sejarah.

2. Mengembangkan kemampuan pendidik dalam mengajarkan sejarah.

3. Memberi wacana baru terhadap suatu peristiwa sejarah.

4. Menanamkan pemahaman kepada pelaku sejarah agar ikut berpartisipasi secara aktif dalam proses pengumpulan sumber sejarah dan pengungkapan fakta sejarah.

5. Membuat forum dialog tiga sektor (masyarakat, sejarawan, dan pemerintah) untuk mempengaruhi kebijakan, yang berhubungan dengan masa lalu.

6. Terbentuknya masyarakat Indonesia sadar sejarah, yang bisa memandang sejarahnya dengan lebih arif dan bijak sebagai pelajaran untuk kehidupan di hari esok.

2. Program Penelitian

Tujuan program ini adalah menggali dan mengisi kekosongan dalam literatur sejarah terhadap suatu peristiwa di masa lalu, di tingkat nasional maupun lokal. Upaya ini dilakukan melalui penelitian dengan menggunakan ilmu dan metodologi sejarah, termasuk di dalamnya penggunaan oral history, untuk membantu upaya rekonstruksi sejarah Indonesia.

Arah strategis yang akan ditempuh Mesiass adalah:

1. Mengungkap peristiwa-peristiwa sejarah yang masih tersembunyi secara komprehensif dan objektif untuk kemudian dihadirkan di masyarakat.

2. Sebagai bagian dari upaya mengumpulkan dan mendokumentasikan kesaksian-kesaksian dari pelaku sejarah

3. Program Penerbitan

Tujuan program ini adalah memberikan alternatif bacaan yang berkenaan dengan sejarah, sekaligus mendorong masyarakat agar gemar membaca buku sejarah melalui penerbitan buku-buku, majalah atau jurnal.

Arah strategis yang akan ditempuh Mesiass adalah:

1. Mendorong penulis muda untuk terlibat dalam proses memajukan historiografi Indonesia, dan mendorong pelaku dan saksi sejarah untuk menuliskan sejarahnya sendiri (otobiografi).

2. Memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang berhubungan dengan masa lalu.

3. Memberi bacaan murah kepada masyarakat.

4. Program Pusat Data Sejarah

Tujuan program ini adalah menyediakan dan melayani masyarakat terhadap informasi sejarah berupa kliping, buku, rekaman kaset (pelaku sejarah) dan arsip. Bentuknya semacam taman bacaan rakyat, atau perpustakaan kecil, dan website.

Arah strategis yang akan ditempuh Mesiass adalah:

1. Menggugah keinginan masyarakat untuk belajar sejarah, serta membantu masyarakat dan akademisi yang membutuhkan informasi yang berkaitan dengan masa lalu.

2. Pusat Data Sejarah ini diharapkan bisa menjadi pusat informasi tentang sejarah, sekaligus bisa membuka jalan atau akses bagi masyarakat dan akademisi memperoleh pengetahuan serta pemahaman, informasi-informasi terbaru tentang perkembangan ilmu sejarah, dan upaya pelurusan sejarah.

3. Khusus untuk website, diharapkan bisa menjadi ruang bagi peneliti, pelaku sejarah, dan masyarakat untuk bertukar informasi serta pengetahuan tentang masa lalu, selain sebagai pusat informasi sejarah di dunia maya.


PELAKSANAAN PROGRAM

Selama ini Mesiass baru menyentuh program diskusi dan kajian, pengembangan situs, serta penerbitan. Masalah yang dihadapi adalah keterbatasan dana. Sampai saat ini Mesiass tidak mempunyai dana taktis dan bantuan dana dari lembaga dana, tapi hanya mengandalkan iuran anggota.

Diskusi yang pernah Mesiass adakan adalah:

1. “Kebudayaan Jawa dan Perkembangan Peradaban di Dunia”
Waktu: Selasa, 15 April 2001
Pembicara: Satrio Seno Prakoso, SS (Kepala Bagian Budaya Widya Mitra, Semarang).

2. “Penggunaan Mantra dan Kekebalan dalam Gerakan Sosial”
Waktu: Jumat, 11 Mei 2001
Pembicara: Drs Sardjana Sigit Wahyudi, M.A. (dosen sejarah Universitas Diponegoro yang juga mahasiswa S3 Sejarah Universitas Gadjah Mada)

3. “Gus Dur-Soekarno: Perbincangan Seputar Dekrit Presiden”
Waktu: Selasa, 22 Mei 2001
Pembicara: - Drs Indriyanto OS, S.H., M.Hum (dosen Sejaran Universitas Diponegoro yang juga mahasiswa S3 sejarah di Leiden) - Drs Tri Cahyo Utomo, M.A. (dosen ilmu politik Universitas Diponegoro)

4. “Oleh-oleh dari Belanda”
Waktu: Selasa, 3 Juni 2001
Pembicara: Drs Indriyanto OS, S.H., M.Hum (dosen Sejarah Universitas Diponegoro yang juga mahasiswa S3 sejarah di Leiden)

5. “Budaya Pesantren dalam Dunia Politik”
Waktu: Sabtu, 16 Juli 2001
Pembicara: Drs Sutejo K. Widodo, M.A. (dosen sejarah Universitas Diponegoro yang juga mahasiswa S3 Antropologi Universitas Indonesia)

6. “Budaya Jawa dalam Kekuasaan”
Waktu: Selasa, 12 Pebruari 2002
Pembicara: Drs Dhanang Respati P. (dosen sejarah Universitas Diponegoro, yang juga mahasiswa S2 Universitas Gadjah Mada)

7. “Serpihan Duka 65 Yang Tersisa: Berbagi Cerita dengan Korban Gestapu 1965”
Waktu: Selasa, 30 April 2002
Pembicara: Rachim (korban pembantaian Purwodadi dan mantan tapol Pulau Buru), Semaun Utomo (Kepala Bagian Sejarah CC PKI dan mantan redaktur Harian Rakjat), Drs Indriyanto OS, S.H., M.Hum (dosen sejarah Universitas Dipoengoro yang juga mahasiswa S3 sejarah di Leiden), dan Prof DR Djuliati Soerojo (dosen Universitas Diponegoro).

8. “Pameran Foto dan Seminar 100 Tahun Bung Hatta”
bekerja sama dengan KITLV Jakarta.
Waktu: 12 September 2002
Pembicara: Fachry Ali , Semaoen Oetomo, Djuliati Soerojo, Asvi Warman Adam

9. “Pameran Foto dan Simposium Memeringati Hari Kartini” bekerja sama dengan Widya Mitra Semarang
Waktu: 10-30 Juni 2003
Pembicara: Joost Cote, Indriyanto, Singgih

10. “Peluncuran dan Diskusi Buku Revolusi Belum Selesai
bekerja sama dengan Soegeng Soejadi Syndicated
Waktu : Rabu, 20 Agustus 2003, pukul 10.00 WIB
Pembicara : Asvi Warman Adam, Eep Syaefullah Fatah, Eros Djarot, Roeslan Abdulgani*, Imam B. Prasodjo (moderator) Keynote Speaker: Nurcholish Madjid

Penerbitan buku:

1. Haryono Rinardi, Politik Singkong Zaman Kolonial, September 2002

2. Budi Setiyono dan Bonnie Triyana (ed.) Revolusi Belum Selasi: Kumpulan Pidato Presiden Soekarno, (30 September 1965 - Pelengkap Nawaksara), Agustus 2003.


SUMBER DANA

1. Iuran anggota

2. PT Adikarya IKAPI dan Ford Foundation melalui Program Pustaka untuk penerbitan buku

3. Donatur, baik lembaga maupun perorangan yang tidak mengikat


PROGRAM YANG MASIH AKAN DIJALANKAN

1. Diskusi rutin

2. Penerbitan buku-buku yang bertemakan sejarah, politik, dan sosial.

3. Realisasi program Pusat Data Sejarah:

a. Pemenuhan koleksi-koleksi buku, majalah, arsip, dan sebagainya sekaligus mempersiapkan pendirian perpustakaan yang bernama Pusat Data Sejarah atau Taman Bacaan Sejarah, yang akan dibuka untuk umum.

b. Pembenahan dan pengoptimalan website mesias.8k.com sebagai ruang untuk bertukar pikiran, gagasan, dan pengetahuan yang berkaitan dengan peristiwa sejarah dan perkembangan ilmu sejarah. Ke depan website ini harus dikelola secara profesional.


Demikian uraian tentang lembaga Kami beserta program-programnya. Besar harapan Kami, niat baik Kami mendapat sambutan dan bantuan bagi upaya pengembangan ilmu sejarah dan peningkatan kesadaran sejarah di masyarakat.

Terima kasih.

Mengetahui,
Direktur Mesiass


Budi Setiyono


 
Copyright © 2000