|
Artikel:
Jatuh-Bangun Gerakan Kiri
"LAIKNYA pakaian kotor, ia harus dicuci dengan sabun.
Begitupun dunia yang ternoda, ia musti dicuci dengan darah!”.
(Kiyai Haji Achmad Chatib: menjelang pemberontakan komunis di Banten 1926)
Muncul pertanyaan dalam benak saya: masih pantaskah kita memperingati hari Kebangkitan Nasional di kala saudara kita di Aceh hidup dicekam ketakutan akibat “perang kusir” antara Gerakan Aceh Merdeka dan Tentara Nasional Indonesia? Dan mengapa 20 Mei selalu ...
selanjutnya |
Kolom Asvi Warman Adam:
Umat Katolik Prorepublik
BUKU ini berasal dari catatan harian Mgr A Soegijapranata selama periode kritis Republik Indonesia. Sejak 3 Januari 1946, Soekarno-Hatta beserta jajarannya memindahkan pusat pemerintahan dari Jakarta ke Yogyakarta. Ini dalam rangka menyelamatkan kemerdekaan Indonesia yang baru diproklamasikan. Sejalan dengan itu, Mgr Soegijapranata memperlihatkan dukungan kepada pemerintah RI dengan memindahkan pusat pelayanan umat Katholik dari Semarang ke Yogya. Hal tersebut dilakukan sejak tanggal 13 Februari 1947 ...
selanjutnya |
|
Interpretasi:
Sejarah Sebagai Sumber Kearifan
BELAJAR dan mempelajari sejarah bukan hanya semata demi mengetahui tonggak-tonggak peristiwa penting di masa lampau. Lebih dari itu, mengurai benang-benang peristiwa sejarah di masa lampau secara ilmiah dengan perspektif masa depan juga minimal bermanfaat untuk "merancang" masa depan. Pada konteks kerangka pemikiran itu sejarah dengan aneka tonggak peristiwa penting di masa lampau layak disebut salah satu sumber kearifan hidup.
Lewat kajian historik ...
selanjutnya |
Sejarah Kota:
Anak Wayang Menggiring Angin
NGESTI Pandowo sendirian di Semarang. Perkumpulan Sri Wanito yang dipimpin dua bersaudara Yuk Hwa dan Kong Hwa berdiri tahun 1935, dan Wahyu Budoyo yang didirikan Sri Ani Sukarti pada 1970, sudah lama bubar. Ngesti Pandowo didirikan oleh Sastro Sabdho di Maespati, Madiun, 1 Juli 1937. Pertunjukan pertama “Endang Werdiningsih” beroleh sukses. Ngesti Pandowo kemudian menjadi kelompok wayang keliling. Dengan ukuran tonil (panggung) masih kecil dan kelir 7 ban per meter, ...
selanjutnya |