Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

Free Web site hosting - Freeservers.com
  perjuangan melawan kekuasaan adalah perjuangan ingatan melawan lupa

 rubrik
  home
garis
  artikel
garis
  biografi
garis
  historiografi
garis
  gallery
garis
  historia
garis
  link
garis
  about us
garis
  kontak
garis
  buku tamu
 
 
 
HISTORIOGRAFI

Membandingkan Tiga Film Sejarah



Judul: Film, Ideologi, dan Militer: Hegemoni Militer dalam Sinema Indonesia
Penulis: Budi Irawanto
Penerbit: Media Pressindo bekerjasama dengan Yayasan Adikarya IKAPI dan The Ford Foundation, Yogyakarta, 1999
Tebal: xxiv + 221 halaman


DOMINASI militer di Indonesia tak melulu tampil dalam seragam dan senjata yang disandangnya. Tapi juga merambah dunia film nasional. Itu tampak dalam tiga film sejarah masa Orde Baru dan Orde Lama yang diulas buku ini.

Semiotika dan analisa struktural memang belum populer dalam dunia akademik Indonesia. Paling-paling baru dimanfaatkan dalam penelitian di bidang sastra dan bahasa. Budi Irawanto dalam bukunya ini mencoba menerapkan metode itu dalam bidang yang sebenarnya sangat dekat dengan bahasa, yakni dalam komunikasi, dan lebih sempit lagi dalam film. Dengan peranti semiotika dan sederet teori lain, Budi membedah tiga "film sejarah" Indonesia, yakni Janur Kuning, Enam Djam di Yogya, dan Serangan Fajar.

Berangkat dari tesis-tesis tentang hegemoni militer di Indonesia, Budi mengupas ketiga film itu. Hasilnya, tak jauh berbeda dari kesimpulan kebanyakan ilmuwan politik, bahwa militer memang mendominasi percaturan politik Indonesia.

Hal yang penting dicatat dari buku ini adalah upaya Budi untuk menunjukkan praktik hegemonik itu dalam media yang sementara ini dianggap cuma sekadar hiburan semata. Dan buku ini berarti menambah lagi deret panjang kajian tentang hegemoni militer di Indonesia.

Buku ini merupakan contoh yang menarik untuk melihat bagaimana semiotika sebagai sebuah pisau bedah dipakai untuk mengaji sesuatu di luar bidang ilmu sastra dan bahasa. *


Kembali

 
Copyright © 2000