![]() |
| perjuangan melawan kekuasaan adalah perjuangan ingatan melawan lupa |
|
![]() INILAH Gedung Papak, dilihat dari seberang jalan. Gambar ini diambil sekitar tahun 1818, ketika gedung itu masih utuh dan Jalan Pemuda belum lebar seperti sekarang. Letaknya di sebelah kantor Pos Besar sekarang, di dekat jembatan Berok. Gedung itu menjadi kebanggan warga Semarang karena ukurannya yang besar dan bentuknya yang unik. Bentuknya persegi, atapnya datar, dan karena itu masyarakat menamai Gedung Papak. Sedangkan para turis menamainya Het Groote Huis. Menurut catatan dalam buku Semarang Juwita, Prof Veth pada 1882 dalam sebuah buku Java, Geographisch, Ethnologisch, Historisch Jilid III menyebutkan, gaya dan bentuk Gedung Papak ini mirip sekali dengan pabrik besar. Gedung ini dibangun pada 1854. Gedung ini pernah dijadikan sebagai residentie kantoor atau kantor residen Belanda di Semarang hingga satu abad lamanya. Tapi 1 Januari 1930, lahir Provincie Midden Java (Provinsi Jawa Tengah), yang menjadikan Semarang sebagai ibukota provinsi. Gedung Papak pun resmi menjadi kantor gubernuran. Veth ketika menulis bukunya sekitar tahun 1880 menyebutkan, kecuali sebagai balai kota, gedung ini menjadi kantor serba guna. Pernah menjadi kantor polisi, kantor pos, dan menjadi ruangan Raad van Justitie atau pengadilan tinggi bagi golongan rakyat Eropa. Kejadian mengenaskan terjadi pada 30 November 1954. Tepat tengah malam, Gedung Papak itu terbakar. Dalam tempo sekejap bangunan itu musnah dan hanya menyisakan puing-puing. Penyebabnya tak diketahui, hingga sekarang. Semua arsip kuno, termasuk arsip sejarah gedung itu, sejarah kota Semarang, dan juga sejarah pantai tenggara tanah Jawa pada masa VOC ikut terbakar. Sebagai gantinya, di tempat itu dibangun gedung baru yang kini digunakan sebagai kantor keuangan negara.* |
| Copyright © 2000 |