|
| |
|
|
Stasiun Kereta Api

Dari tahun 1830 hingga 1840, perkebunan seperti kopi dan tebu di daerah pedalaman makin pesat. Butuh alat pengangkutan yang bisa bergerak cepat dan menurunkan ongkos pengangkutan. Tahun 1842 pemerintah Belanda mencanangkan pembangunan jalan kereta api. Akhir tahun 1862 pemerintah menerbitkan suatu konsesi untuk pembuatan jalan kereta api dari Semarang ke daerah-daerah pedalaman. Konsesi itu diberikan kepada Nederlandsch Indische Spoorweg Mattschapij atau NIS setahun kemudian. Disebutkan, pemerintah akan memberi modal maksimal hingga 14 juta gulden dengan bunga 41/2 persen. Gubernur Jeneral Sloet van de Beele melakukan pencangkulan pertama, Juni 1864.
Belum lagi pertengahan Agustus 1867, bagian pertama dari jalan kereta api itu telah selesai. Merentang sepanjang 25 km dari Semarang ke Tanggung, melalui halte Alas Tuwo dan Brumbung. Kereta api pertama meluncur dari Stasiun Tambaksari Semarang dengan waktu kurang dari satu jam pada 10 Agustus 1867. Itulah kereta api pertama di Indonesia.
Karena injeksi keuangan, jalan ke Sala rampung, 10 Pebruari 1870. Jalan itu kemudian diteruskan ke Yogyakarta, 10 Juni 1872. Kurang dari setahun, jalan Kedung Jati-Ambarawa rampung dan mulai dibuka.
Kembali
|